Apa Kabar
Flame on Your Heart
(dari redaksi)
Kadang saya merasa kehilangan semangat untuk menjalani hidup ini. Dengan sekian banyak beban hidup yang saya tanggung, saya merasa amat lelah dan hampir menyerah. Sebenarnya hal ini seperti kebanyakan orang lain alami. Pekerjaan saya (di sebuah lembaga) hampir menyita seluruh waktu yang saya miliki. Selain itu saya kadang masih menerima Job kecil-kecilan untuk menambah income.
Entah mengapa seringkali tubuh saya merasa sangat lelah, padahal saya merasa tidak melakukan apa-apa. Misalnya saat saya bersantai di warung kopi langganan saya tiba-tiba saya merasa lelah. Kata teman saya ini mungkin karena beban pikiran yang ada di otak saya. Saya sendiri tak pernah berfikir seperti itu.
Namun bagaimanapun jua saya selalu mencoba menyalakan kembali api semangat dalam diri saya. Salah satu cara yang saya tempuh adalah dengan membangun MIMPI.
Mimpi (dream) sebenarnya adalah cita-cita, sebagai cita-cita mimpi diharapkan dapat terwujud dengan di upayakan dan di usahakan dengan sungguh-sungguh. Sering orang bilang “I have a dream” tetapi kemudian hanya sebatas kata-kata tanpa pernah berusaha. Seringkali keinginan hanya sebatas keinginan, dan kita seringkali terjebak melakukan hal itu berulang-ulang kali. Maka wajar kalau kita dikatakan manusia sebatas angan karena kita tak pernah berusaha mewujudkannya.
Kita tak bisa memungkiri bahwa para “creator” juga merupakan para pemimpi (the dreamer) yang ulung. Namun proses mereka tidak hanya berhenti sampai di situ, mereka selalu berusaha untuk mewujudkan mimpi mereka sehingga terciptalah apa yang mereka impikan. Orang-orang dimasa lalu tidak akan percaya jika sekarang melihat ada pesawat terbang yang bisa mengangkut ratusan orang dan mobil yang bisa berjalan sangat cepat. Orang-orang jaman dulu mungkin tak pernah menyangka bahwa manusiapun dapat mendarat di bulan.
Nah segala kemudahan yang diberikan oleh teknologi yang kita nikmati hari ini awalnya berasal dari sebuah mimpi. Thomas Alfa Edison sang penemu berusaha puluhan tahun untuk mewujudkan mimpinya membuat alat penerangan yang tidak mengeluarkan asap dan memakai BBM. Wright brothers tak pernah menyerah menghadapi ejekan semua orang saat berusaha untuk bisa terbang dengan mesin terbangya. Bahkan Einsten pun tetap berjuang memecahkan teori Relativitas dan mekanika quantum meski dianggap gila.
Sekarang siapa yang menikmati hasilnya? Kita semua sekarang ikut merasakan apa yang telah mereka mimpikan sebelumnya. Maka janganlah takut menjadi pemimpi asalkan anda tetap dan selalu berusaha untuk mewujudkan mimpi anda. Jadika kegagalan sebagai cambuk untuk terus memacu anda berusaha. Jadikan ejekan dan cemooh sebagi pupuk keberhasilan anda. Putus asa adalah Tabu, bagi seorang “creator” tak ada kata “Imposible”.
1 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Juli 2008 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
salam kenal dan salam silaturrahmi kami sampaikan, semoga ada hal yang perlu di bagi